perspektif
strukturalisme, kebudayaan dipandang sebagai produk atau hasil dari aktivitas
nalar manusia
perspektif
antropologi kognitif, yang melihat budaya sebagai sesuatu yang berada di
kepala-kepala individu dan bukan sesuatu yang shared di masyarakat atau
kebudayaan sebagai kognisi manusia
perspektif
evolusionistik, kebudayaan merupakan cipta, rasa dan karsa manusia atau
kelakukan dan hasil kelakuan
Perspektif
konstruktif, kebudayaan adalah totalitas dari produk manusia. Tidak hanya
mencakup produk material dan produk non-material sosio-kultural, melainkan juga
refleksi dalam isi kesadaran manusia
Sebagai
kompleks ide, gagasan, nilai, norma dan peraturan
Sebagai
kompleks aktivitas serta tindakan berpola
Sebagai
benda hasil kebudayaan
- Nilai
- Pandangan
hidup
- Kepercayaan
- Etos
kebudayaan
Terwujud
dari perilaku manusia
Mencakup
peraturan yang mengikat
Unsur pokok kebudayaan
(Malinowski)
Sistem
norma yang memungkinkan kerjasama
Alat-alat
dan lembaga pendidikan
Unsur pokok kebudayaan (Herkovits)
Hambatan berupa pandangan hidup
Masyarakat
tertentu yang terasing
Iptek
yang disalahgunakan
1. Aceh 8aSangir-Talaud 17jawa
tengah dan jawa timur
2. Gayo-Alas
dan Batak 9
Gorontalo 18sumatra
dan yogyakarta
2aNias dan
Batu 10
toraja 19jawa
barat
3
Minangkabau 11sulawesi selatan
4Sumatera
Selatan 13ambon
maluku
4aEnggano 13akepulauan
barat daya
6 Bangka dan
Biliton 15timor
7 Kalimantan 16 bali
dan lombok
Madura Kangean (Ayu Sutarto dan Setyo
Yuwono Sudikan dalam Anonymous, 2007)
Proses belajar kebudayaan sendiri
proses transformasi struktur
dunia obyektif dalam kesadaran subyektif manusia
proses belajar kebudayaan yg
berkaitan dengan sistem sosial
ulturalisasi/pembudayaan
(institutionalization)
individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran dan sikapnya
dengan adat-istiadat, sistem norma,
dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaan
Proses microscopic dan macroscopic
¡ Microscopic : evolusi masyarakat dan
kebudayaan dianalisa secara dekat
¡ Macrocopic : evolusi masyarakat dan
kebudayaan dipandang dari jauh – perubahan besar
¡ Manusia pertama : daerah sabana
tropikal Afrika Timur → proses pembiakan dan gerak penyebaran (migrasi)
¢ Migrasi lambat : sejajar dg
pengembangbiakan individu (pd akhir zaman glasial IV = Asia ke Amerika)
¢
Migrasi cepat : bencana alam, wabah, perubahan mata pencaharian hidup,
perang, dan peristiwa khusus lainnya
à sekelompok
orang yang tinggal bersama dalam waktu yang lama dan menghasilkan kebudayaan.
à Karena
itu ciri-ciri masyarakat adalah :
1. Pengelompokan
(agregasi) orang
2. Tinggal
bersama dalam waktu yang lama
3. Menghasilkan
kebudayaan
Pendekatan/Perspektif
dalam Sosiologi
- Perspektif
Evolusionis
- Perspektif
Interaksionis
- Perspektif
Fungsionalis
- Perspektif
Konflik
Sebagai
perspektif paling awal dalam sosiologi
August
Comte dan Herbert Spencer à
perspektif ini menjelaskan bagaimana masyarakat berkembang dan tumbuh
Para
Sosiologi pengikut perspektif ini à mencari
pola perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam masyarakat yang berbeda,
apakah ada urutan umum yang ditemukan
Misal:
Apakah pengaruh industrialisasi terhadap keluarga di negara maju sama dengan di
negara sedang berkembang.
Perspektif
ini tidak menyarankan teori-teori besar tentang masyarakat, karena istilah
“masyarakat”, “negara”, dan “lembaga masyarakat” adalah abstraksi konseptual à sementara yang
dikaji adalah orang-orang dan interaksinya
Para
ahli teori ini (GH. Mead,CH Cooley) memusatkan perhatiannya pada interaksi
antara individu dan kelompok, menggunakan simbol.
Manusia
tidak bereaksi terhadap dunia secara langsung, tetapi bereaksi terhadap makna
yang dihubungkan dengan benda atau kejadian di sekitarnya.
PENDEKATAN INTERAKSI SIMBOLIK
Menekankan
pentingnya ‘makna sosial’ (social
meanings) dari perilaku manusia yang melekat pada dunia sekitarnya.
Manusia
bertindak terhadap sesuatu/orang berdasarkan bagaimana mereka memberi makna
terhadap sesuatu/orang tersebut.
‘Makna’
merupakan produk social yang muncul dari interaksi
‘Social
Actor’ (pelaku social) memberikan makna melalui proses interpretasi
¢ Penafsiran
merupakan sesuatu yang esensial yang mempengaruhi ‘definisi sosial’
¢ ‘Konsep
diri’ merupakan definisi yang diciptakan melalui interaksi dengan orang lain
Untuk
mempelajari tingkah laku manusia perlu memahami system makna yang diacu oleh
manusia yang dipelajari.
Para
Ahli: G.H. Mead, Herbert Blumer
Prinsip-Prinsip interaksionisme simbolik
Manusia,
tidak seperti hewan rendah lainnya, diberkahi dengan kapasitas berakal
Kapasitas
untuk berpikir itu terbentuk karena interaksi sosial
Didalam
interaksi sosial manusia mempelajari arti dan simbol-simbol yang membuatnya
dapat melakukan kapasitas berpikir sebagai manusia
Arti dan
simbol membuat manusia melakukan tindakan dan interaksi manusia secara berbeda
Manusia
mampu memperbarui atau mengubah arti dan simbol yang mereka gunakan dalam
tindakan dan berinteraksi atas dasar interpretasi mereka terhadap keadaan
Manusia
dapat membuat modifikasi dan perubahan tersebut karena kemampuannya
berinteraksi dengan dirinya sendiri, yang membuatnya dapat meneliti kemungkinan
serangkaian tindakan, menilai keuntungan dan kerugian relatif mereka, dan
kemudian memilih salah satunya
Pendekatan
fungsional (Talcott Parsons)
Garis besar pendekatan ini adalah
à Masyarakat itu dapat dianalogikan sebagai
organ
tubuh manusia, yang terdiri dari bagian/komponen/
subsistem yang saling berhubungan dan saling
bergantung untuk mewujudkan
keseimbangan.
à Rusak atau terganggunya satu bagian akan
mengganggu
bagian yang lain atau bahkan keseluruhan bagian.
Dalam
perspektif Fungsional à
à Masy. dilihat sbg suatu jaringan
kelompok yang bekerjasama secara teorganisir dan bekerja secara teratur menurut
seperangkat aturan dan nilai yang dianut oleh sebagian besar masy.
à Masy dipandang sbg suatu sistem yang
stabil dengan kecenderungan ke arah keseimbangan à untuk mempertahankan sistem kerja
yang selaras dan seimbang
Tokoh
terkemuka perspektif fungsional a.l
à Setiap kelompok atau lembaga
melaksanakan tugas tertentu dan terus menerus karena hal itu fungsional
à Sekolah mendidik anak, mempersiapkan
para pegawai, mengambil alih tanggung jawab orang tua dalam sebagian waktu dsb/
Apa persyaratannya? à
Agar masing masing komponen itu fungsional, diperlukan :
Sosialisasi
dan kontrol sosial
q Adaptation à menunjuk pada kemampuan sistem menjamin
apa yang dibutuhkannya dari lingkungan serta mendistribusikan sumber-sumber
tersebut ke dalam seluruh sistem
q Goal attainment à pencapaian tujuan sistem dan
penetapan prioritas tujuan
q Integration à koordinasi dan kesesuaian
bagian-bagian sistem sehingga seluruhnya fungsional
q Latent Pattent Maintenance à menunjuk pada bagaimana menjamin
kesinambungan tindakan dalam sistem sesuai dengan aturan atau norma-norma yang
berlaku.
Pendekatan
Konflik (Karl Marx)
Melihat masyarakat berada dalam
konflik yang terus menerus antara kelompok dan kelas.
Marx memusatkan perhatian pada
pertentangan antar kelas untuk pemilikan kekayaan produktif
Perjuangan meraih kekuasaan dan
penghasilan sebagai suatu proses yang berkesinambungan.
Para teoretisi à masyarakat terikat bersama karena
kekuatan kelas atau kelompok yang dominan.
Secara garis besar àdalam
masyarakat selalu ada sekelompok orang yang menguasai alat produksi yang
jumlahnya sangat sedikit ( disebut klas bourjuis) dan ada sekelompok orang yang
tidak menguasai alat produksi yang jumlahnya sangat banyak ( sering disebut
sebagai klas proletar)
Hubungan kedua kelas itu selalu
terjadi perbedaan kepentingan. Klas atas menginginkan status quo, sedang klas bawah, menginginkan
hilangnya klas
Mengapa kita perlu hidup
à Hidup bermasyarakat sebagai
modus Survival à Karena itu tiga (3)
kebutuhan manusia harus terpenuhi yaitu :
3. Kebutuhan Reproduksi
1.
Masyarakat Tipe Bio Sosial
2.
Masyarakat Tipe Sosiokultural
Masyarakat Tipe Bio Sosial :
Yaitu masyarakat yang dalam pemenuhan
kebutuhan nutrisi, proteksi dan
reproduksi
bergerak secara refleks biologis. Dimana
segala bakat dan kemampuan individu
diperoleh lewat proses heriditas/
pewarisan
Pluralisme
fungsai individu pada masyarakat bio sosial seiring dengan polymorphisme
phisik,
¡ Fungsi pengaman, tubuhnya kekar
¡ Fungsi petelor, tubuhnya tambun
¡ Fungsi pekerja, tubuhnya ramping
hal ini nampak pada masyarakat serangga
(semut, lebah dll).
Masyarakat
Tipe Sosiokultural
à Dalam masyarakat ini segala kemampuan untuk memenuhi
hajat hidup didasarkan proses pengalaman pengajaran.
Kemudian masa kanak2nya panjang
dan pluralisme fungsi tidak seiring dengan polymophisme phisik, di antaranya
pada masyarakat manusia.